Agresif Lawan 5 Negara, Ahli Sebut Tiongkok Bisa Menjadi Dibenci di Dunia


PRESIDEN Tiongkok Xi Jinping. /Twitter/@TheOnion

IMPIANNEWS.COM (Tiongkok).

Tiongkok semakin giat menggencarkan tekanan pada sejumlah negara di dunia. Meskipun, ia masih bergelut melawan gelombang kedua Covid-19 yang menyerang Beijing.

Tekanan Tiongkok ini terlihat pada Laut China Selatan, Hongkong, dan Taiwan yang terus mendapat tekanan klaim mereka. 

Bahkan, India pun menyusul ikut serta dengan terlibat bentrokan dengan Tiongkok di perbatasan yang disengketakan.

Inilah yang membuat seorang ahli memandang langkah agresif sebagai sebuah taktik untuk mengalihkan perhatian publik akan gelombang kedua Covid-19 di Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Melansir dari Business Insider, sejumlah tindakan militer yang diambil Tiongkok telah menyebabkan kepanikan di seluruh dunia.

Bahkan, masyarakat dunia menerawang bentrokan militer yang mematikan di Lembah Galwan, perbatasan Tiongkok-India telah menjadi awal dari munculnya Perang Dunia Ketiga.

Sebelumnya, Tiongkok siaga membangun kekuatan di Laut China Selatan, meski mendapat perlawanan negara-negara Asia Tenggara yang tak terima itu.

Mulai dari tindakan sengaja yang dilakukan kapal pengawas Tiongkok terhadap nelayan lokal Vietnam.

Kemudian berlanjut, Kapal perang milik Tiongkok terlihat meretas batas perairan Malaysia hingga jauh ke wilayah Capella Barat.

Disusul Selat Miyako di Kepulauan Okinawa, Jepang yang posisinya tak jauh dari Taiwan juga tak luput dari serangan Tiongkok dengan menggunakan Kapal Induk Liaoning.

Sedangkan, Tiongkok menguatkan tajinya di Hongkong dengan meredam kebebasan berekspresi lewat Undang-Undang Keamanan Nasional.

Senada dengan Taiwan yang berkali-kali juga dilecehkan dengan masuknya pesawat tempur dari Tiongkok ke wilayah udara mereka, meski sejauh ini bisa diusir oleh angkatan udara Taiwan.

Insiden tersebut terjadi pada Selasa 9 Juni 2020, Jumat 12 Juni 2020, dan terakhir pada Selasa 16 Juni 2020 kemarin menggunakan jenis pesawat yang berbeda mulai dari Su-30, Y-8, dan J-10.

Di lain pihak, Filipina tak berkutik dan memilih memihak Tiongkok, walau keinginan mereka masih kuat untuk mempertahankan perairan dan pulau-pulau kecil di Laut China Selatan.

Dalam arti lain, tercatat sudah sebulan terakhir terjadi 'simulasi perang' yang diciptakan angkatan laut Tiongkok di sejumlah perairan dunia.

Sontak saja, semua tindakan itu memicu respon dari negara-negara Barat seperti AS, Inggris, dan Australia.

AS pun merespon dengan mengirim pesawat pengintai, kapal perang hingga berhadapan langsung dalam jarak 100 meter yang dibalas dengan janji Tiongkok untuk membalas hal tersebut.

Sementara itu, perekonomian RRT diketahui tengah merosot hingga titik terendah, sekaligus menjadi yang terparah selama 50 tahun terakhir.***

Posting Komentar

0 Komentar