SISWA PAYAKUMBUH SIAP MASUKI LAPANGAN KERJA

IMPIANNEWS.COM
Payakumbuh, --- Usaha Pemerintah Kota Payakumbuh dalam menurunkan angka pengangguran, nampaknya membuahkan hasil yang sesuai harapan. Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Peridustrian yang bekerjasama dengan Politeknik SAHID Jakarta, puluhan tenaga kerja siap pakai di bidang Pariwisata dan Perhotelan telah bekerja di kota-kota tujuan wisata Asia Tenggara. Sebut saja Malaysia, Thailand, Kamboja serta banyak daerah-daerah tujuan wisata di dalam negeri lainnya.

Hal ini terbukti dari hasil kunjungan kerja yang dilakukan Wakil Walikota Payakumbuh, Erwin Yunaz ke Hotel Novotel Phokethraa Phuket, Thailand, Jumat (27/12/2019). Kunjungan ini bertujuan melihat hasil pelatihan dan pendidikan yang diberikan pada para siswa sebelum mereka mengikuti program magang di hotel itu. Monitoring ini dilakukan bersama Politeknik SAHID Jakarta yang dihadiri oleh Neny Wahyuni yang menjabat sebagai Direktur Politeknik Sahid, bersama Aang Sunarto Koordinator Program, serta Niko Gana Saputra Kepala Prodi Perhotelan.

"Kita kesini ingin melihat hasil dari diklat yang telah kita berikan selama 4 bulan yang lalu. Dimana kita menyiapkan tenaga-tenaga yang siap pakai di bidang perhotelan, terutama house keeping dan front office. Dan hari ini, kita ingin mendengar lansung tanggapan dari pihak manajemen hotel agar kita tahu kekurangan apa yang perlu kita perbaiki," sebut wawako Erwin Yunaz.

Wawako mengaku, proses pendidikan dan pelatihan yang telah diberikan pada siswa, tentunya mempunyai perbedaan antara teori dan praktek di medan kerja. "Makanya, kita ingin dengar langsung dari pihak manajemen," kata Wawako lagi.

Di hotel itu, Wawako disambut oleh Cedric Besler, General Manager Novotel Phokethraa Phuket bersama Walailuk Churuang/Rose, Talent & Culture Manager, Nuchanat Pathan/Sea Front Office Manager, serta Supervisor Housekeeping Somkiat Bonmuun.

"Kami merasa senang bisa menerima kunjungan Wakil Walikota Payakumbuh, Sumatera Barat dari Indonesia dan ini merupakan sebuah kehormatan bagi kami. Semoga kerjasama ini bisa terus dilakukan," ujar Cedric.

Selain itu, Walailuk Churuang/Rose yang juga menjabat sebagai Talent & Culture Manager/HRD juga mengungkapkan, para siswa dari Payakumbuh mempunyai banyak kesempatan untuk mengambil pengalaman sebanyak-banyaknya selama mengikuti in-field training ini. "Kami merasa sangat terbantu dengan tambahan tenaga dari para siswa. Mereka pekerja keras dan bisa beradaptasi dengan lingkungan kerja dengan cepat. Kami rasa, masalah bahasa terutama bahasa Inggris serta bahasa lokal perlu ditingkatkan, sehingga kualitas kerja bisa lebih ditingkatkan," kata Rose.

Menanggapi hal ini, Wawako bersama Direktur Politeknik SAHID akan memperbaiki kekurangan dari masukan-masukan yang diberikan oleh pihak manajemen. "Evaluasi setiap batch atau angkatan selalu kita lakukan. Namun, masukan dan saran yang diberikan oleh manajemen akan menjadi poin penting dalam pengembangan dan peningkatan kualitas lulusan siswa nanti. Pemko bersama Politeknik SAHID akan siapkan itu semua," pungkas Wawako.(rel)