PEDAGANG DAN GUGUS TUGAS COVID-19 PAYAKUMBUH BERDAMAI

IMPIANNEWS.COM 
Payakumbuh, --- Mis komunikasi antara pedagang dengan petugas Gugus Tugas Covid-19 Kota Payakumbuh, berakhir dengan damai. Empat pedagang yang memicu kerusuhan, dengan mengambil besi pembatas jalan, di depan Forkopimda menyampaikan permohonan maaf mereka. 

Semuanya menyesali, dengan ulahnya itu. Nama Payakumbuh sedikit ternoda dalam penanganan Covid-19, jelang lebaran ini.

Kisruh pedagang dengan petugas Gugus Tugas Covid-19, bermula dengan ditutupnya akses Jalan A. Yani, di Simpang Tugu Adipura, Jumat (22/5/2020) sore. 

Tujuannya, agar lahan parkir di bawah kanopi tidak terlalu padat, hingga menutup separo badan jalan. 

Tapi, sejumlah pedagang menilai, penutupan Jalan A. Yani, sama saja pemko mengkebiri pendapatan para pedagang. Tidak senang, akhirnya sejumlah pedagang, membuka besi pembatas jalan. Pemko dinilai tidak adil, karena toko- toko di kawasan Jalan Sukarno Hatta, tetap terbuka. Dan bisa parkir di depan tokonya.

Dampaknya, di depan petugas, tanpa ada rasa takut, beberapa pedagang mengambil besi pengaman. Terjadilah ribut antara petugas dengan pedagang. Rekaman video salah paham itu, sempat firal dimedsos.

Selepas shalat Isya, seluruh komponen pasar, seperti beberapa pengurus IP3 (Ikatan Pedagang Pasar Payakumbuh) Yusra Maiza dan Amdoni turun ke lokasi. 

Begitu juga beberapa pengurus Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKL), seperti. Nursyirwan Martabak.

Semua kalangan pengurus komunitas pasar itu melakukan perundingan, mencari solusi yang tepat. Pedagang beroleh rezeki, usaha pencegahan Covif-19, tetap jalan, seperti diatur protokolnya dalam PSBB.

Sementara dari tim Gugus Tugas Covid-19, yang datang adalah Walikota H. Riza Falepi, Wawako Erwin Yunaz, Sekdako Rida Ananda, Kapolres AKBP Dony Setiawan, Wakapolres Kompol Arie Sulistyo Nugroho, Dandim 0306/50 Kota Letkol Kav. Ferry Lahe, beserta jajarannya. 

Dalam rundingan, kedua pihak sepakat, mencari jalan tengah. Pedagang tidak dirugikan, aman berjualan. Sementara itu, kebijakan Gugus Tugas dalam mengurangi kerumunan di tengah pasar selama penerapan PSBB tetap jalan. 

Kendaraan bermotor tidak boleh parkir di bawah kanopi, dilihkan ke ruas Jalan Sukarno-Hatta. Pemko bersama gugus tugas membuat cheek point di bawah kanopi, dan dibeberapa titik lainnya. 

Dimaksudkan, agar setiap yang datang masuk pasar dapat dipantau dan memakai masker dan diperiksa suhu tubuhnya. 

Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan, mengaku sangat malu dengan kejadian ribut dengan pedagang. "Malu saya, padahal selama ini, dalam penanganan dan pencegahan Covid-19 di Payakumbuh, berjalan baik. 

Meski diketahui kasus positif Covid-19 ada 13 orang, tapi sudah lebih separo yang telah neqatif. Jika semua pedagang disiplin menjalani PSBB, tidak lama lagi wabah virus corona di Payakumbuh, bisa berakhir. Apalagi pasar merupakan epicentrum Covid-19 di Payakumbuh. 

Walikota Payakumbuh Riza Falepi, juga menerima usulan pedagang, mengurangi waktu penutupan pasar. Semula ditutup dari 23 sampai 29 Mei, diperpendek menjadi tanggal 26 Desember. Selama pasar ditutup, Gugus Tugas bakal menyemprot kawasan pasar. agar steril dari virus corona.(rel/014)

Posting Komentar

[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.