Geby dan Randu, Rajin Kuliah dan Jaga Ibu. Itu Pesan Papa

IMPIANNEWS.COM
PAYAKUMBUH, --- Melihat langsung kondisi keluarga Nurhayati (42) pada Rabu (25/03/2020), membuat Ririe Wisran yang berdomisili di Kelurahan Labuh Silang mengambil inisiatif untuk menghubungi keluarganya di Jakarta, guna menggalang dana untuk meringankan beban wanita yang saat ini mengalami himpitan ekonomi ditengah-tengah beban keluarga yang selangit.

Ibarat sudah jatuh terhimpit tangga. Itulah yang kini dialami oleh Nurhayati. Suami mendekam di penjara beberapa bulan lalu, atas sebuah kasus. Dirinya pun tiba-tiba diserang stroke sehingga tidak bisa mencari nafkah. 

Parahnya lagi, beberapa hari yang lalu rumahnya pun disatroni maling. Alhasil handphone dan sejumlah uang hasil peras keringat Geby (anak Nurhayati-red) menggosok pakaian seharian di rumah orang lain ludes disikat maling.

Tidak hanya itu di tengah kemelut tersebut, kedua buah hatinya pun terancam tidak dapat meyelesaikan perkuliahan.  

Randu yang saat ini duduk di semester 8 Teknik Geologi Universitas Gajah Mada (UGM) sedang tahap penyelesaian skripsi. Begitu juga Geby yang duduk di semester 4 jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UNP Padang. Keduanya adalah mahasiswa berprestasi di universitasnya masing-masing, mereka terancam putus kuliah.

"Saya dengar dan menyaksikan langsung kondisi buk Nurhayati ini. Saya juga ketemu Geby. Mahasiswi cantik ini tidak malu mengambil upah menggosok demi membeli paket untuk  bisa ikut perkuliahan online. Kemarin saya baca di Facebook kelurahan NDB yang di tag melalui FB Dedi Hendri. Saya putuskan untuk mencek langsung dan benar seperti apa yang diberitakan" kata Ririe, Kamis (26/03/2020) yang merupakan keluarga besar Minang Cahaya.

Ririe menyampaikan bahwa sumbangan berupa uang tunai ini dikumpulkan melalui keluarga besarnya di Jakarta. Terkait berapa jumlahnya Ririe tidak mau mempublishnya.

"Saya ceritakan kepada keluarga besar di Jakarta. Alhamdulillah terketuk hati mereka untuk menyisihkan sebagian rezki untuk keluarga ini. Mudah-mudahan setelah ini akan ada donasi lainnya untuk Geby dan Randu" ujar Ririe.

Ketua Karang Taruna Dedi Hendri yang mengantarkan donatur ini sampai ke lokasi ikut larut dalam suasana suka cita saat penyerahan uang tunai tersebut. 

"Saya melihat ada secercah harapan dari sudut mata Geby untuk terus kuliah. Dalam kondisi orang tua didalam LP dan sang ibu dalam kondisi stroke, tentu satu-satunya harapan adalah adanya donasi-donasi dari kita-kita yang peduli ini" Kata Dedi Hendri.

Tahu adanya bantuan dari keluarga besar Minang Cahaya Lurah NDB Ari Ashadi langsung melakukan komunikasi via telpon kepada Ririe. Dirinya mengucapkan terima kasih atas perhatian dan donasi yang diberikan kepada keluarga tidak mampu ini.

"Beliau sangat tersentuh membaca postingan di laman Facebook kelurahan NDB dan langsung mengumpulkan donasi. Melalui telpon saya telah mengucapkan terima kasih kepada beliau" kata Ari.

Tidak hanya Ririe, Lurah pun melakukan komunikasi dengan Geby. Beliau menanyakan perihal bantuan tersebut.  Geby menjawabnya dengan isakan tangis. Tidak tahu yang harus dikatakannya selain rasa syukur kepada Allah SWT.

"Terima kasih banyak yo Pak. Mudah-mudahan Geby jo abang Randu bisa menyelesaikan kuliah. Jum'at patang Geby mancaliak urang tuo  di panjaro. Ibo bana Geby mancaliak Apa (Ayah-red). Pasan apa  jago adiak sama ibu, trus rajin-rajin kuliah, dan jaga kesehatan" kata Geby di balik loudspeker handphone milik Lurah NDB.(rel/014)

Posting Komentar

[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.