TERIMA NASI BUNGKUS PENGGALI KUBURAN MINTA DIBANTU CANGKUL, SKOP DAN SPATU BOOT

IMPIANNEWS.COM (Padang).

Berapalah harga nasi bungkus? Apa lagi sekarang dimana mana marak harga nasi satu bungkus hanya Rp.10.000 (sepuluh ribu). 

Bahkan bagi mereka yng banyak uang, mereka bisa makan nasi kotak. Bahkan  makan di lestoran mewa.

Namun tidak berlaku bagi para fakir, miskin atau yang masuk kelompok asnaf lapan. Bagi orang miskin, seperti yang dirasakan para penjaga kuburan di TPU Tunggul Hitam Padang.

Penggali Kuburan Minta
Cangkul, Skop dan Sepayu Bot
Tim BAZNAS Padang, Kamis sore, 6 Februari 2020 mengantarkan enam bungkus nasi kepada sejumlah  pekerja penggali kubiran..

" Ini ada nasi sedekah dari kelurga Bapak Haji Herman Nawas," timpal Tim BAZNAS  Baznas Padang. Semoga barkah," timpal Tim. 

Pendapatan jadi penggali kuburan tidak menentu. Tidak ada tarif resmi. Kadang satu hari, satu orang kami dapat Rp.300.000. Dan itu tidak tiap hari. 

"Bahkan pernah satu atau dua hari penggali kuburan  tidak mendapat uang sepeser  pun," timpal Syahrial.

 Suami dari Fitri, 37 tahun dan ayah dari anak ini, tidak memiliki skill lain. Syahrial sudah menyenangi pekerjaan menggali kuburan.

Kecuali itu, kata Syahrial, dia dan sejumlah anggota penggali kuburan berharap mereka dapat bantuan dari BAZNAS Padang. 

"Kami pekerja penggali kuburan di TPU Tunggul hitam membutuhkan 15 cangkul, 15 skop dan 15 pasang separu boot. Semoga ada yang berkenan memberi kami cangkul, skop dan spatu boot," pinta Syahrial. 

Selama ini, untuk mendapatkan pralatan kerja, kata Syahrial, dia bersama sahabatnya sesama penggali kuburan  membeli cangkul, skop dan spatu boot secara  patungan.

Saat ini profesi menggali kuburan semakin banyak diminati. Kenapa? Bisa jadi karena sulitnya mencari pekerjaan.

"Semakin banyak petugas penggali kuburan tentu semakin berkurang pendapatan masuk," ujar Syahrial.
 Awkar.

Posting Komentar

[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.