Iran, Hamas, dan Jihad Islam Bekerja Sama Lawan Rencana Trump

Brigadir Jenderal Esmail Qaani, kepala baru Pasukan Quds dari Pasukan Garda Revolusi Islam (IRGC), menghadiri upacara untuk memperingati pendahulunya, Letnan Jenderal Qassem Soleimani, di Teheran, Iran, 9 Januari 2020.[Fars News Agency/PressTV]

IMPIANNEWS.COM (Iran).

Pasukan Quds Garda Revolusi Iran akan bekerja sama dengan Hamas dan Jihad Islam Palestina untuk melawan rencana perdamaian Israel-Palestina yang diusulkan Donald Trump.

Pemimpin baru Pasukan Quds Garda Revolusi Iran, Esmail Qaani, menelepon pemimpin Hamas Ismail Haniyeh dan pemimpin Jihad Islam Ziad Nakhaleh untuk menekankan dukungan Iran menentang rencana Trump yang disebut "Kesepakatan Abad ini".

Rencana itu diumumkan pada 28 Januari dan komandan Pasukan Quds Iran Esmail Qaani sekarang bergerak untuk meningkatkan perlawanan Palestina terhadapnya, menurut laporan Jerusalem Post, 3 Februari 2020.

Media Iran, Tasnim dan Mehr News Agency, melaporkan hal ini menjadi tindakan besar pertama Ghaani setelah ia mengambil alih dari jabatan dari Qassem Soleimani pada awal Januari.

AS membunuh Soleimani dalam serangan udara 3 Januari di Irak. Iran telah menunjuk Mohammed Hejazi sebagai wakil Qaani. Hejazi adalah seorang ahli tentang perdagangan amunisi berpandu presisi untuk Hizbollah di Lebanon.

 Israel telah menyatakan keprihatinannya tentang pengembangan panduan presisi Hizbullah.

Qaani menelepon Jihad Islam dan Hamas secara terpisah. Pada November tahun lalu Israel membunuh seorang komandan Jihad Islam terkemuka di Gaza.

 Iran adalah pendukung utama Jihad Islam Palestina dan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif berbicara kepada Nakhaleh dua kali setelah pertempuran November.

Dalam panggilan telepon, Iran menekankan dukungan kuat untuk Palestina dalam perjuangan mereka melawan kesepakatan Trump. "Rencana itu ditakdirkan untuk gagal," kata IRGC.

Qaani menekankan bagaimana pandangan Iran untuk mendukung Palestina tidak berubah setelah kematian Soleimani. Bahkan, katanya, itu bisa menjadi lebih kuat.

 "Negarawan Amerika berusaha menyenangkan Zionis," kata Iran. Faksi Palestina mengatakan bahwa mereka tidak akan meninggalkan hak-hak historis mereka dan kesepakatan Trump akan gagal.

 Jihad Islam mengatakan bahwa Palestina tidak punya pilihan selain menghadapi kesepakatan itu dan dia mengatakan peran Iran berprinsip dan bagian dari perlawanan. Iran menyebut sekutu-sekutunya di Lebanon, Irak, Suriah, dan Yaman sebagai bagian dari "busur perlawanan" yang didukung Iran.

Hamas mengatakan bahwa dukungan Iran akan memperkuat moral dan tekadnya untuk membebaskan Palestina. Hamas juga berbicara kepada Presiden Turki kemarin untuk mengoordinasikan oposisi terhadap rencana Trump dan Israel.

Posting Komentar

[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.