430 Warga Dalit India Masuk Islam, Ini Alasannya

IMPIANNEWS.COM (India).
Hampir 3.000 warga dari komunitas Dalit, di negara bagian Tamil Nadu, India bagian selatan menyatakan akan masuk Islam. Hal tersebut terungkap pasca insiden tragis di Mettupalayam, Coimbatore, di mana tembok runtuh dan menyebabkan kematian 17 orang warga Dalit.
Dilansir dari publikasi India Today, Rabu (12/02/20) Sekretaris Negara Tamil Puligal Katchi, Illavenil mengatakan bahwa secara hukum 430 orang telah memeluk Islam dan banyak lagi lainnya sedang dalam proses menjadi mualaf.
Perpindahan keyakinan itu disebutkan tidak lepas dari langkah mereka dalam memprotes peristiwa runtuhnya dinding kasta yang menewaskan 17 orang. Tembok itu roboh di deretan rumah-rumah Dalit di Nadur pada 2 Desember 2019 lalu setelah hujan lebat melanda Mettupalayam dan daerah sekitarnya. Peristiwa itu menjadi titik puncak bagi warga Dalit di wilayah tersebut yang mengklaim bahwa mereka telah didiskriminasi.
Mohammed Abubaker, awalnya dikenal sebagai Marx, masuk Islam segera setelah peristiwa 2 Desember. "Kami masuk Islam semua karena ketidakadilan kasta yang berlaku dan tidak tersentuh. Misalnya, setiap dalit yang kurang mampu tidak bisa masuk ke kuil Mariamman [Dewi Durga]. Toko-toko teh memiliki diskriminasi di sini. Kami tidak bisa duduk dengan orang lain secara setara di bus pemerintah," kata Mohammed.
Illavenil sendiri mengatakan telah masuk Islam. Ia memutuskan untuk meninggalkan Hindu sesuai dengan apa yang dikatakan Ambedkar. "Saya kehilangan identitas, yang berarti saya harus menyingkirkan pernyataan kasta seperti Pallar, Parayar, Sakkriyar. Saya dapat hidup dengan harga diri hanya ketika saya melepaskan identitas ini. Saat mengikuti Hindu karena kasta kami, kami bahkan tidak diperlakukan seperti manusia," jelasnya
Sedangkan anak muda lain bernama Sarath Kumar masuk Islam dan kemudian mengubah namanya menjadi Abdhuallah. Ia mengatakan, ketika 17 warga Dalit meninggal karena insiden tembok runtuh, tidak ada umat Hindu yang menyuarakan mereka. Namun, kata dia, hanya Muslim yang menyuarakan dan berdiri bersama mereka untuk melakukan protes.
"Di mana Arjun Sampath yang mengatakan bahwa dia akan menyuarakan orang-orang Hindu yang dianiaya? Di mana pemimpin itu? Saudara-saudara Muslim kita mengundang kita ke rumah-rumah mereka. Orang-orang Hindu tidak pernah memanggil kita. Apakah Anda akan membuat saya memasuki kuil umum? Kita bisa memasuki masjid mana pun ke lima masjid setelah menjadi mualaf. Saya menyembah dewa di sana dengan semua tingkatan orang. Tetapi apakah Anda mengizinkan saya memasuki kuil Mariamman dan mencari tuhan?" ujarnya.
Di daerah-daerah seperti Coimbatore di mana masuk Islam secara massal ini sedang berlangsung, ada beberapa kasus diskriminasi yang dilaporkan mulai dari masuk ke kuil-kuil hingga diskriminasi di tanah pemakaman, diskriminasi terhadap kaum Dalit di toko-toko teh dan ruang publik. Mereka masih dipanggil dengan nama kasta mereka. Meskipun banyak, terutama generasi muda, yang menentang ini.
Sebagian besar anak-anak muda kerap berbicara tentang keluhan mereka kepada pemerintah. Namun, suara mereka tidak didengar. Karena itulah, mereka lebih memilih memperjuangkan harga diri dengan cara memeluk Islam. Abdhuallah, misalnya, menggemakan sentimen dari banyak warga yang memeluk Islam.
"Kamu akan memanggil kami orang Hindu, tetapi membeda-bedakan kami dengan kasta. Kamu memanggilku Hindu, tapi kamu tidak menerimaku sebagai satu," katanya. (Mr/India Today/foto:ilustrasi)

#taf

Post a Comment

0 Comments