Lurah TKD Sesalkan Aksi Pembunuhan MP di Kontrakan

IMPIANNEWS.COM
Payakumbuh, --- Inna lillahi wa inna ilaihi rajiuun. 
Kesunyian pagi warga Tarok kelurahan Tigo Koto Diateh (TKD) seketika heboh dengan kabar tewasnya Mutiara Putri (20) disebuah kontrakan yang ditempatinya bersama seorang pria berinisial JL. Berdasarkan informasi warga JL adalah pasangan siri oleh MP yang keseharian bekerja di sebuah kafe di Kota Payakumbuh. 

Tewasnya MP sangat mengenaskan, pasalnya MP ditemukan tewas dalam kondisi tangan terikat, mulut disumpal serta bagian tubuh tampak memar. 

Riki (19) merupakan adik korban Satu diwawancarai impiannews.com menceritakan penuh iba, waktu kejadian pada Rabu dinihari tanggal 08 Januari 2020 sekira pukul 02.30 WIB.

"Sebelumnya pada pukul 00.04 WIB  suami korban memberitahu saya bahwasannya mereka mengingap di Taram dan membawa kunci rumah, sehingga suami korban menyuruh adik korban untuk menginap di tempat temannya. Namun firasat saya berkata lain. Saya tidak tenang. Saya datang ke kontrakan kakak, rumah terkunci dari luar. Saya pun mencungkil pintu dan berusaha masuk. Firasat buruk saya ternyata benar. Kakak saya tewas secara tidak wajar, "terang Riki disimak para pengunjung TKP 

"Saya berlari dan memberitahukan kepada warga. Kakak kami dapati tergeletak di kasur dengan tangan dan kaki terikat tali serta leher diikat dengan kain, hidung ditutupi lakban warna bening  dan suami korban sudah tidak ada di lokasi kejadian, rumah kontrakannya di Kelurahan Tarok Tigo Koto Diate, Kecamatan Payakumbuh Utara. Udah dulu Pak, "pungkas Riki menyapu air matanya. 

Waktu semakin siang, warga pun mulai mengerumuni TKP, meski korban sudah tiada di TKP. Bahkan tempat tersebut sudah bergaris polisi saat impiannews.com mewawancarai Riki. Dari informasi warga sekitar, korban sempat dibawa ke Rumah Sakit. Tampak hadir menjenguk di TKP, Wakil Ketua DPRD Armen Faindal. 

Dalam olah TKP yang dipimpin langsung Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan SIK MH, memastikan korban MP adalah korban pembunuhan. 

"Menurut hasil visum luar yang dilakukan di rumah Sakit Umum dr. Adnaan WD Payakumbuh oleh tim medis, ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Ada bekas memar di kanan dan kiri leher, selain itu juga ada luka dipergelangan tangan," kata AKBP Dony Setiawan Sik MH didampingi Kasubag Humas, Ipda Aiga Putra, Rabu (8/1/2020).

Menurut Kapolres, pihaknya akan berupa maksimal guna pengusutan kasus tersebut. 
"Kita masih melakukan perburuan terhadap pelaku yang diduga menghabisi nyawa korban MP. Pelaku yang menghabisi nyawa korban diduga adalah orang dekat korban sendiri. Karena tidak ada tanda-tanda kerusakan di pintu rumah yang ditempatinya. Kita juga tengah memburu pelakunya," terangnya.

Korban tidak melapor tinggal di Tarok 
Ketua LPM kelurahan Tigo Koto Diate, Zulhendri saat dihubungi mengaku korban dan keluarga tidak pernah melapor untuk tinggal di kontrakan itu. 

"Kabarnya korban sudah menghuni kontrakan sekitar 3 bulan lalu. Tapi tak kunjung melapor. Pihak empunya kontrakan juga tidak melaporkan kepada Ketua RT 02 RW 01, Uda Andri. Kejadian ini sudah kita datangi usai subuh bersama warga,"singkat Zulhendri. 

Ketua RT 02 RW 01 Kelurahan Tigo Koto Diateh Kecamatan Payakumbuh Utara, Andri mengatakan, pihaknya tidak mengetahui latar belakang korban dan keluarga MP. MP maupun suami sirinya tidak pernah melapor maupun menyerahkan dokumen kependudukan, baik Kartu Keluarga (KK) maupun KTP.

”Menurut pengakuan dari tetangga, wanita tersebut adalah istri siri dari seorang toke yang keberadaannya saat ini tidak diketahui," simpul Andri.

Lurah TKD, Musleniyeti yang ikut meninjau TKP juga menyesalkan ketidakpatuhan warga untuk melaporkan bahwa akan tinggal di wilayah kerjanya.

"Kami sangat kecewa dan menyesalkan korban dan keluarganya serta pemilik kontrakan yang tidak melapor. Kondisi ini juga disesalkan Bu Camat tadi. Pagi itu, Kita pun sempat mendatangi pemilik kontrakan serta menegur RT. Semoga musibah jadi pelajaran bagi kita semua. 

Terkait antisipasi pelanggaran kantibmas kedepan, Lurah yang akrab disapa Bu Yet langsung menggelar rakor perangkat kelurahan secara mendadak serta mengingatkan perangkat kelurahan untuk teliti terhadap warga baru di kelurahan. 

"Kita sudah rapat tadi, agar tragedi ini tidak terulang lagi kami mohonkan kepada perangkat kelurahan untuk lebih teliti dan teliti lagi terhadap warga baru. Kita kan punya aturan dan kewenangan untuk itu. Kedepan, kita sepakati untuk kembali mengaktifkan ronda. Terima kasih kepada pihak Polres Payakumbuh yang telah menangani kasus kriminal ini. Ini kasus yang tidak berperikemanusiaan. Semoga lekas tertangkap pelakunya yang dikabarkan kabur dan pasti DPO,"pungkas Yet. 

Posting Komentar

[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.