Pengabdian Dosen Faterna Unand di Kelurahan Ompang Tanah Sirah - Payakumbuh

IMPIANNEWS.COM
Payakumbuh, --- Sebanyak 60 orang anggota kelompok tani ternak kelurahan Ompang Tanah Sirah (OTS) kecamatan Payakumbuh Utara pada Selasa (22/10/2019) pagi menerima pembinaan dan pelatihan dari Dosen Fakultas Peternakan Universitas Andalas. 

Setidaknya ada beberapa orang dosen dikirim Rektor Unand Padang Tafdil Husni, sebagai bentuk pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tampak dihadiri Dr Ir. Dwi Yuzaria, SE, MSi selaku koordinator pengabdian masyarakat di Luak Limopuluah. Tampak bersamanya, Ikhsan Rais, Ida Indrayani, Elfi Rahmi, Indira Adnani dan Erpomen dibantu beberapa orang mahasiswa Faterna untuk menambah kapasitas sdm kelompok tani ternak di Payakumbuh.

Turut mendampingi Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh Depi Sastra diwakili Kepala BPP Yuliza yang hadir bersama penyuluh peternakan serta Lurah OTS, Erizal.

Dalam materinya Dwi Yuzaria mengenalkan program yang sedang dilaksanakannya di kelurahan peternak sapi di kelurahan OTS pagi itu. Adapun tema materi yang dipaparkan Dwi menyingkap "membangun ekonomi masyarakat melalui pelatihan produk inovatif". Dipaparkannya, bahwa di era revolusi industry 4.0 semua insan mesti siap, termasuk anggota keltan wajib melek internet, khususnya dalam pengembangan bisnis peternakan kedepan.

Dikatakan Dwi bahwa Di era Revolusi Industry 4.0 ini, kita dituntut melek internet. Saat ini internet sudah merambah hingga pelosok negeri, terlihat juga pada keltan sapi di kelurahan OTS. Setidaknya ada 2 aplikasi terkait bisnis peternakan, yakni Iternak.id dan ternaknesia.id. 
Untuk bisa bergabung mendapat informasi peternakan, peternak harus menjalani proses dan tahapan secara berjenjang.
Dihadapan peserta pelatihan, Dwi Yuzaria juga menerangkan tata cara serta langkah bagaimana keltan ternak maupun perorangan bisa mendapatkan bantuan ternak dari pengelola Iternak.

"Supaya peternak bisa mendapatkan bantuan atau suntikan dana dari Itrrnak, peternak mesti melengkapi semua persyaratan Iternak. Persyaratan itu bisa diketahui setelah aplikasi tesebut didownload. Ada standarisasi yang harus dipenuhi, seperti standar kandang harus bisa memuat 20 ekor sapi sertabmemenuhi standar kesehatan hewan. Memenuhi standar pemakaian pakan, konsentrat, standar ternak, standar bibit serta standar pemasaran.  Semuanya perlu diregistrasi dan tersertifikasi secara berjenjang dari tingkat kota / kabupaten. Kalau semua berkas sudah terpenuhi, pengusulan bantuan dapat diusulkan Pemda melalui Dinas Pertanian kepada Disnak di Provinsi. Disnak provinsi akan bentuk tim untuk mengverifikasi dan klarifikasi (survey lapangan). Jika sudah memenuhi SOP, proposal tersebut akan diusulkan. Kuncinya harus terdaftar dan teregister di provinsi. Untuk sumbar baru ada beberapa daerah yang sudah menjadi mitra Iternak, antara lain di Padang, Solok dan di Mungka Kabupaten Limapuluh Kota. Di Payakumbuh baru ada satu, yakni peternakan milik Hj Ruslayeti,"terang Dwi lagi.

"Jika ada anggota keltan ternak kelurahan OTS berminat, silahkan konsultasi dengan kita. Kita siap memfasilitasi dan membantu dengan berbagi ilmu. Intinya ada kemauan pasti ada jalan. Semuanya butuh proses dan tahapan,"terang Dwi yang berkampung halaman di Balai Gurun Payakumbuh sembari menyebutkan nomor kontaknya.

Jelang sesi tanya jawab, materi kedua terkait pelatihan finansial dalam menyonsong era ekonomi digital terhadap kelompok tani ternak dipaparkan luas Ir Erpomen, MP.

Diterangkan Erpomen, bahwa dalam ilmu manajerial, peternak mesti memahami managemennya dalam arti kata, peternak bukan saja berhelut dengan lelah akibat proses membuat perut sapi kenyang semata. Tapi peternak juga mesti pahami pola dan pembuatan pakan alternatif yang bisa membantu peternak dikala sulit. Kala sulit itu bisa saja disebabkan oleh manusia. Dan yang paling penting peternak siap dikala sulit yang ditentukan oleh ketetapan Sang Pencipta. Salah satu kesiapan peternak dalam hal pakan ternak. Salah satunya pemanfaatan EM4 dalam pembuatan kompos.

Menurut Erpomen, peternak sapi kurung mesti bijak. Kalau kita lengah, berat badan sapi yang telah kita pompa selama 3 bulan, bisa lenyap dalam waktu 2 hari saja,"papar Erpomen sembari memimpin praktek pembuatan makanan alternatif non hijauan.

Mendampingi dan memantau langsung pelatihan terhadap keltan ternak di Kelurahan OTS, Kepala Dinas Pertanian Payakumbuh Depi Sastra yang kala itu diwakili Kepala BPP Kecamatan Payakumbuh Utara, Yuliza menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak Faterna Unand.

"Terima kasih kepada pihak Faterna Unand yang telah berbagi ilmu dengan kami dan keltan ternak. Mudah - mudahan ilmu yang Bapak / Ibu berikan bisa kami amalkan dan juga bisa kami eksekusi selanjutnya. Terkait materi Iternak, itu hal baru bagi kami. Dan kami sangat tertarik. Kami akan memotivasi peternak untuk bisa memanfaatkan aplikasi tersebut dalam rangka peningkatan kesejahteraan petani. Kami juga siap membantu pengurusan persyaratan yang dibutuhkan guna bisa bergabung dengan Iternak. Kami akan laporkan hasil kegiatan hari ini kepada pimpinan,"sambut Yuliza.

Pelatihan siang itu tampak diwarnai hujanan pertanyaan dari anggota keltan ternak kelurahan OTS. Kegiatan ditutup dengan makan bersama dan pengambilan dokumentasi.(ul)



Posting Komentar

[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.