Duet Badai Teluk Meksiko-Iran Terus Mengancam, Indonesia Bisa Terimbas


IMPIANNEWS.COM (AS).

Gerak harga minyak dunia akhirnya terus merangkak dan sekaligus berbalik dari tangga penurunan suram dalam beberapa pekan terakhir.

Dua sentimen utama yang menjadi latar pembalikan harga minyak pekan ini secara mengejutkan telah mampu meroketkan harga minyak hingga menembus level $60-an per barel untuk jenis WTI.

Catatan menunjukkan, gerak harga minyak untuk jenis WTI yang telah melonjak hingga 5% di sepanjang pekan ini dengan bekal sentimen krisis Timur Tengah yang melibatkan Iran dan sentimen dari kerusakan instalasi pengeboran milik AS di Teluk Meksiko akibat terjangan badai Tropis Barry.

Laporan lebih jauh. menyebutkan,produksi minyak AS dari kawasan Teluk Meksiko yang diperkirakan akan rontok dalam taraf yang signifikan.

Laporan sebelumnya menyebutkan, kapasitas produksi minyak AS di Teluk Meksiko yang selama ini telah berkontribusi sebesar 17% dari produksi AS secara keseluruhan.

Duet sentimen badai di teluk Meksiko dan ketegangan Timur Tengah yang melibatkan Iran tersebut akhirnya mampu meroketkan kembali harga minyak dunia. Hingga sesi perdagangan pagi ini di pasar Asia, harga minyak untuk jenis WTI tercatat telah bertengger di $60,44 per barel atau menguat lebih lanjut 0,4%.

Dengan terus melonjaknya harga minyak dunia, dengan sendirinya risiko bagi perekonomian Indonesia untuk mengalami pukulan. Sebagaimana diwartakan sebelumnya, kenaikan harga minyak dunia akan menjadi beban bagi perekonomian nasional, di mana Indonesia masih harus bergantung pada impor minyak hingga kini untuk memompa perekonomian nasional. Melonjaknya harga minyak, terutama bila berkepanjangan, akan menjadi risiko yang cukup menantang bagi perekonomian nasional.

Untuk diingat, sentimen dari terjangan badai tropis Barry di Teluk Meksiko serta terlebih sentimen ketegangan yang melibatkan Iran bukanlah sentimen temporer, melainkan sentimen yang akan bertahan dalam waktu yang cukup panjang. Bahkan laporan terkini dari ketegangan di Timur Tengah menyebutkan, ketegangan baru yang mulai pecah, di mana pihak Iran mencoba menangkap kapal tanker minyak milik Inggris di kawasan teluk, namun kemudian dihambat oleh kapal perang Inggris yang mengawalnya.

Situasi ketegangan ini semakin menambah panik, mengingat sebelumnya Iran telah terlibat ketegangan dengan Washington dalam insiden penembakan pesawat tanpa awak, Drone militer milik AS.