Arcandra Tahar, "Energi Berkeadilan untuk Kesejahteraan Rakyat".

Dalam sosialisasi yang bertajuk " Energi Berkeadilan untuk Kesejahteraan Rakyat", Arcandra Tahar
IMPIANNEWS.COM (Sijunjung). 

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar memaparkan capaian kinerja Kementerian ESDM

Dalam sosialisasi yang bertajuk " Energi Berkeadilan untuk Kesejahteraan Rakyat", Arcandra Tahar yang didampingi anggota DPR RI Alek Indra Lukman, Diberikan RI di Republik Ceko, Aulia Rahman dan pejabat Pemprov Sumbar menyebutkan berbagai upaya terus dilakukan pemerintah untuk mewujudkan ketersediaan dan keterjangkauan energi bagi rakyat Indonesia.

Menurut Wamen, ketersediaan dan keterjangkauan energi merupakan hak seluruh masyarakat.BBM misalnya, saat ini Pemerintah memiliki program BBM Satu Harga.Pemberlakuan bahan bakar minyak (BBM) dengan harga yang sama di seluruh wilayah Indonesia merupakan komitemen pemerintah.

"Baru-baru ini saya baru saja meresmikan lembaga penyalur BBM Satu Harga di Kepulauan Mentawai. Sekarang saudara-saudara kita tidak perlu membeli BBM dengan harga yang mahal lagi," ujar Arcandra dihadapan Bupati Yuswir Arifin, Wabup Arriival Boy, unsur forkopimda, kepala OPD, Wali Nagari dan Kepala Jorong di gedung pertemuan Pancasila Muaro Sijunjung, Jumat (5/4).

Sebelumnya, sebut dia, masyarakat di Kepulauan Mentawai harus membeli Premium dengan harga antara Rp 20.000 hingga Rp 25.000 per liter. Namun, kini harga Premium di Kepulauan Mentawai telah sama dengan wilayah lainnya, yaitu Rp 6.450 per liter.

" Dalam sejarah Indonesia belum ada BBM yang sama harganya.Dan Kementerian ESDM menargetkan BBM pada 170 titik di seluruh Indonesia sama harganya," katanya.

Seiring dengan itu, Arcandra juga mengajak peserta masyarakat yang hadir untuk berargumen berdasarkan fakta.Bukan sebaliknya, mengeluarkan pendapatatas isu atau informasi yang belum jelas kebenarannya.

Seperti, tarif  listrik untuk pelanggan 1.300 Watt yang dikabarkan naik. "Ada yang percaya tarif listrik untuk pelanggan 1.300 Watt naik? Apabila kita melihat faktanya, tarif listrik untuk pelanggan 1.300 Watt tetap. Penyesuaian itu justru dilakukan pada pelanggan yang sebenarnya tidak berhak menerima subsidi, karena subsidi adalah milik mereka yang berhak," ujar Arcandra.

Wamen ESDM, juga menyampaikan dukungannya kepada Pemerintah Kabupaten Sijunjung terkait dengan rencana pembangunan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS). Rencananya, PJU-TS tersebut akan dibangun di wilayah-wilayah jalan yang masih belum mendapatkan penerangan di malam hari.

Terkait pembangunan PJU-TS tersebut, Bupati Kabupaten Sijunjung Yuswir Arifin menyampaikan, masih ada wilayah atau nagari  yang belum ada akses penerangan jalan umum. "Kami berharap Kementerian ESDM bisa segera terealisasi permohonan masyarakat Sijunjung," ujar Yuswir.

Selain itu, Bupati Yuswir Arifin juga menyampaikan potensi yang dimiliki  kabupaten berjuluk Ranah Lansek Manih.

" Sijunjung ini menyimpan potensi8 yang sangat luar biasa, selain bahan tambang seperti batu bara, emas dan batu kapur, Sijunjung juga memiliki potensi migas yang sudah dieksplorasi PT RBBE," ujarnya.

Usai pertemuan, Arcandra didampingi Bupati Yuswir Arifin, Wabup Arriival Boy, unsur forkopimda, Sekdakab, Zefnihan dan beberapa OPD terkait meninjau lokasi sumur gas Sinamar-3 yang telah dieksplorasi PT Rizki Bukit Barisan Energi di kawasan Tanjung Ampalu Kecamatan Koto VII.-(zet).
[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.