Kadisparpora Kota Payakumbuh Kagumi Marching Band Madrasah dan Ponpes


IMPIANNEWS.COM (Payakumbuh). 

Kami tidak menyangka marching madrasah tak kalah oleh sekolah. Setidaknya ada beberapa kelebihan yang kami pegang terhadap penampilan siang ini, terutama pakaian yang tidak memakai bahan ketat, tapi berbahan longgar. Terkait asesoris juga begitu sederhana tapi cantik. Peralatan drumbandnya juga tidak kalah dari peralatan yang dipunyai sekolah. 

Disisi lain kami juga apresiasi dengan Ponpes SIH. Karena Ponpes Syech Ibrahim Harun (SIH) adalah satu-satunya peserta Payakumbuh Marching Festival 2018 ini. 

Ungkapan rasa bangga ini disampaikan langsung kepada media oleh Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Elfriza Zaharman melalui Kabidnya Doni Prayuda yang didampingi Denitral saat meninjau langsung Payakumbuh Marching Festival 2018 hari kedua, Kamis (20/12/2018) di lapangan pacu kuda Kubu Gadang Kota Payakumbuh.

"Kegiatan akbar ini merupakan rangkaian kegiatan HUT Kota Payakumbuh ke 48 yang memperebutkan hadiah dengan total 40 juta  rupiah ditambah 90 tropi. Di hari kedua ini kita tampilkan 10 drumband SD sebagai lanjutan hari pertama. 12 drumband tingkat SLTP sederajat juga ditampilkan hari ini bersama SLTA sederajat. Usai showtime di Kubu Gadang dilanjutkan street show yang akan dinilai 4 dewan juri profesional. Pokoknya semua yang ikut tampil baik semuanya," salah seorang panitia umumkan.

Santri Ponpes SIH
Marching MTsN 2 Payakumbuh dengan penanggungjawab Yenni Fitri bersama pelatihan Rimal Gusti bernomor lot 211 tampil ba'da shalat Dzuhur dengan 38 personil drumband yang dikoordinir mayorate Mardhatillah Dinda dan Intan Ayudiarti. Semuanya mampu tampil dengan maksimal hingga penilaian akhir di SDI IPHI.

Merchandise dari Ponpes SIH juga menjadi sorotan mata penonton di lapangan Kubu Gadang. Marching yang beranggotakan 60 orang tampil berpakaian adat minang kabau. Grup drumband dengan penanggungjawab Dasrul Fauzi bersama Buya Zunijar Ibrahim dengan pelatih Uci Sri Wahyuni bersama Rully Afriadi dan Annisa Primadani, mampu tampil memukau mata penonton dan dewan penilai.(ul)

Kami tidak menyangka marching madrasah tak kalah oleh sekolah. Setidaknya ada beberapa kelebihan yang kami pegang terhadap penampilan siang ini, terutama pakaian yang tidak memakai bahan ketat, tapi berbahan longgar. Terkait asesoris juga begitu sederhana tapi cantik. Peralatan drumbandnya juga tidak kalah dari peralatan yang dipunyai sekolah.

[blogger]

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.