Laka Lantas di Padang Tarok, 3 Wafat 5 Kritis. Sopir Kabur

IMPIANNEWS.COM
Payakumbuh, -- Kecelakaan maut terjadi di jalan lurus Bukittinggi – Payakumbuh Nagari Padang Tarok, Agam, Sabtu (22/9/2018) tengah malam. 3 (tiga) dari 4 (empat) pengendara sepeda motor N-MX (2 motor berboncengan) langsung tewas di lokasi kejadian akibat dihantam sebuah mobil diduga travel jenis Panther Turbo bernopol BM 1706 JF

Dari informasi yang berhasil dikumpulkan dari beberapa warga sekitar yang sempat mengetahui peristiwa kejadian menyebutkan, bahwa detik detik kejadian dirinya menyaksikan dari arah Bukitinggi menuju Payakumbuh muncul dua mobil travel dengan kecepatan yang sangat tinggi.

Menurut warga pada tengah malam tersebut terlihat mobil travel itu dengan kecepatan yang sangat tinggi bermaksud hendak mendahului mobil yang di depannya.

Namun saat yang bersamaan dari arah berlawanan muncul dua sepeda motor yang dikendarai oleh empat remaja.

Diduga tak bisa mengendalikan laju kendaraanya, travel maut dengan plat nomor BM 1706 JF langsung menghajar dua sepeda motor yang dikendarai oleh 4 remaja yang beralamat Pekanbaru, Riau.

Targisnya 2 motor itu tidak hanya ditabrak saja, namun sempat terseret kurang lebih 100 meter dari lokasi tabrakan, hingga 3 dari 4 pengendara motor langsung tewas ditempat. 

Sementara travel maut tersebut terjun ke dalam kolam kering milik warga setempat, hingga 4 penumpang mobil travel ikut mengalami luka luka.

Kapolsek Baso, Iptu Adrianto yang kita hubungi di diselulernya Ahad (23/09/2018) pagi, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, dari laka lantas yang terjadi tengah malam itu, 3 dari 4 pengendara motor yakni, M. Robi (20), Giofari Sahadat (19), Awang Suhandi (19) meninggal dunia di tempat. 

"Sementara satu orang lagi masih dirawat di RSUD Ahmad Muchtar, dalam kondisi kritis. Selain itu juga ada korban lainnya yang dirawat merupakan penumpang dari Panther naas. Saat ini, laka lantas ini dalam penyidikan Satlantas Bukittingi, korban yang luka luka saat ini sedang diberikan perawatan,"sebut Kapolsek

Sopir Panther, Kabur.
Sementara sopir travel maut tersebut, melarikan diri dan sampai saat ini masih dalam kejaran polisi. Kaburnya sang sopir mendapat tanggapan negatif dari pihak kepolisian dan warga.

Sebagaimana diterangkan Kapolres Bukittnggi, AKBP Arly Jembar Jumhana, SIK, MH melalui Kasat Lantas diwakili Kanit Laka Ipda Efendi saat melakukan proses evakuasi Panther naas.

"Ya, kita sesalkan sopir kabur, padahal ada saudaranya yang wafat dan luka-luka karena ulah dan kelalaiannya yang mengambil jalur sebelah, padahal jalur itu untuk kenderaan lawan arah. Selain itu, kita sudah buatkan laporan, dan kita akan giatkan pencarian sopir. Kita juga telah berkomunikasi dengan pihak keluarga korban," ujar Kanit Laka

Aksi sopir melarikan diri juga disesalkan warga setempat.

"Kami sangat sesalkan. Ini adalah sifat tidak bertanggungjawab dan tidak berperikemanusiaan, sebut salah seorang warga yang menyaksikan proses evakuasi pada Ahad pagi.(tim)