Tembus Pasar Internasional, Sandal Handmade HAKANA " Rang Kayo" Dijual Di Lapas Kelas IIB Payakumbuh

Sandal Rang Kayo dan kreasi lain, 
hasil karya narapidana
IMPIANNEWS.COM (Payakumbuh). 

Sejak diamanahi pimpin Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Payakumbuh TMT 01 Oktober 2017 lalu, Kalapas Era Wiharto SH mencoba melahirkan inovasi terhadap program binaan yang diterapkan di Lapas Kelas IIB Payakumbuh. Disamping melanjutkan program yang telah baik dari Kalapas sebelumnya (Agus Prakosa), Era Wiharto bersama Kasi Binpas, Agung Santoso mencoba berikan binaan keterampilan dan keahlian kepada para napi. Yakni melatih para warga binaan untuk menghasilkan sebuah produk dandal handmade yang dinamai Sandal Rang Kayo, yang sempat tembus pasar internasional. Selain sandal Rang Kayo, para warga binaan juga dibina untuk membuat dompet untuk wanita dan dompet serta tusuk gigi.

Tak tanggung - tanggung hasil produk tangan warga binaan ini telah mampu menembus pasar lokal, nasional dan internasional. Kita bisa jumpai kreasi warga binaan ini di Sarinah Dept Store di Jalan Thamrin Jakarta Pusat. Selain itu juga dapat dijumpai di terminal 3 bandara Soekarno Hatta. Hasil Karya Narapida (Hakana) berupa sandal Rang kayo, dompet cewek dan dompet tusuk gigi ini juga telah ditampilkan Kementerian Hukum dan HAM di Wina Austria, Swiss dan Budapest ibukota Hongaria

" Ya, berkat kerjasa internal di jajaran Kemenkum dan HAM dan dibantu oleh pemko Payakumbuh, kita bisa melatih warga binaan yang ada di Lapas Kelas IIB Payakumbuh untuk bisa berkreasi dan daya beli. Hal ini adalah bekal bagi warga binaan setelah bebas, nantinya. Pengerjaan ini tidak membutuhkan biaya besar, hanya gabus tipis yang dilanpisi dengan kain bercorak batik. Dekikian juga dengan dompet cewek dan dompet tusuk gigi. Tusuk gigi ini juga dibuat langsung oleh warga binaan. Atas kerjasama yang baik ini, Lapas Kelas IIB Payakumbuh dianugerahi Muri World 2018, penghargaan Juara Ter favorit lomba pembuatan souvenir hotel antar napi se Indonesia oleh hotel Sarinah dan peraih penghargaan Juara Ter favorit dari Ibu Evy Amir Syamsudin. Lapas Kelas IIB Payakumbuh juga meraih Penghargaan Lapas Tergiat dalam Indonesia Prison Art (IPA) Festival tahun 2018 di Jakarta. Sebagian penghargaan itu kita bawa ke Payakumbuh dan sebagian lainnya tinggal di Kemenkum HAM Jakarta. Terima kasih atas dukungan dan kekompakan para warga binaan untuk berubah," terang Era Wiharto kepada media, Jum'at (22/06/2018 di ruang kerjanya.

Sementara itu, Kasi Binpas Agung Santoso yang mendampingi kita di workshop pembuatan sandal Rang Kayo, menerangkan bahwa keterampilan keahlian ini akan berdaya nilai untuk para warga binaan. 

" Kita selalu berupaya bagaimana hasil kreasi warga binaan ini dapat bernilai finansial, sehingga bisa menopang kesejahteraan warga binaan setalah bebas nantinya. Untuk sepasang sandal Rang Kayo ini kita hargai senilai Rp. 15.000, ukuran all size. Sandal ini setaraf sandal yang ada di hotel-hotel ternama, kalau ada yang minat silahkan hubungi Saudara Johan Ary Sadhewa di nomor HP 082226510318. Selain menghasilkan kreasi itu, warga binaan juga kita latih untuk membuat pagkagingnya. Selain itu program yang telah dirintis Kalapas lama, tetap kita jalankan sesuai minat dan bakat warga binaan.(ul)

Sejak diamanahi pimpin Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Payakumbuh TMT 01 Oktober 2017 lalu, Kalapas Era Wiharto SH mencoba melahirkan inovasi terhadap program binaan yang diterapkan di Lapas Kelas IIB Payakumbuh. Disamping melanjutkan program yang telah baik dari Kalapas sebelumnya (Agus Prakosa), Era Wiharto bersama Kasi Binpas, Agung Santoso mencoba berikan binaan keterampilan dan keahlian kepada para napi. Yakni melatih para warga binaan untuk menghasilkan sebuah produk dandal handmade yang dinamai Sandal Rang Kayo, yang sempat tembus pasar internasional. Selain sandal Rang Kayo, para warga binaan juga dibina untuk membuat dompet untuk wanita dan dompet serta tusuk gigi.

[blogger]

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.