Catatan Ns.Silvia.SKep.MBiome, "Memelihara Masa Remaja Untuk Hidup Lebih Bermakna"

Ns.Silvia.SKep.MBiomed
(Anggota Dharmawanita Persatuan Kemenag Kota Bukittinggi)
(Dosen STIKes Fort de Kock Bukittinggi)

Masa remaja, merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa. Dalam konsep pertumbuhan dan perkembangan, masa ini dilalui oleh setiap manusia dengan adaptasi yang berbeda-beda pada masing-masing orang. 

Banyak hal terjadi pada masa ini yang disebabkan oleh perubahan, baik fisik maupun psikis. Setiap perubahan akan berdampak kepada sebuah perubahan perilaku masing-masing personal. Perilaku yang muncul akan menunjukan kesiapan seseorang dalam menghadapi perubahan.

Dalam hal ini dapat dilihat perubahan yang terjadi pada masa remaja di antaranya,

a. Perubahan fisik
Ini terjadi pada pria dan wanita, seperti perubahan bentuk dan ukuran beberapa bagian organ tubuh (munculnya adam apel's pada pria/jakun, pertambahan lemak pada lapisan sebacea di pangkal lengan, panggul) dan perubahan 2 hormon yang berdampak seperti menstruasi/haid pada wanita. Kondisi ini memberikan sinyal bahwa tubuh siap untuk berproses kepada tahap perkembangan selanjutnya, seperti jika wanita sudah mengalami menstruasi, berarti ovum/ sel telur pada ovarium wanita tersebut sudah bisa dibuahi oleh sperma sehingga mengalami kehamilan.

Menyikapi hal ini, seorang remaja harus mampu memelihara fisik agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan dirinya, seperti pelecehan seksual, hamil luar nikah dan perkosaan.

Memelihara diri merupakan suatu kewajiban bagi semua pihak baik remaja itu sendiri dan orang tua. Pemeliharaan tersebut antara lain melalui,

1. Tidak melakukan pergaulan bebas, bahkan yang menjurus kepada free sex.

2. Menutup Aurat sesuai dengan ajaran Agama Islam, yaitu dengan memenuhi kriteria syar'i, diantaranya; pakaian tidak ketat, tidak transparan, menutup dada dan memelihara aurat suara, seperti berbicara tegas, tidak merayu2, mendesah dan sebagainya.

3. Melakukan kegiatan-kegiatan positif dan berupaya berada pada lingkungan yang baik.

4. Bagi orang tua, harus mampu memastikan bahwa tempat anaknya, pergaulan anaknya dapat memelihara fisik anaknya. Hal ini tentunya melalui manajemen waktu yang baik sehingga anak mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang tulus, sehingga semua kondisi anak dapat terkontrol dengan baik.


b. Perubahan psikologis
Perubahan ini juga dialami oleh pria dan wanita sebagai dampak dari perubahan hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar-kelenjar yang ada pada organ tubuh, diantaranya hormon endokrin yang salah satunya dikeluarkan oleh kelenjar hipofise di otak. Hormon ini mempengaruhi produksi hormon progesteron dan estrogen pada wanita dan hormon testosteron pada pria. Hormon-hormon ini berfungsi salah satunya dalam proses reproduksi.

Seiring dengan terjadinya perubahan fisik, seseorang juga mengalami perubahan psikis yang normal seperti adanya perasaan suka kepada lawan jenis.

Pada kondisi ini, juga perlu pemeliharaan yang maksimal baik dari orang tua maupun remaja itu sendiri, diantaranya:

1. Orang tua harus memiliki kearifan dan pemahaman bahwa anak  remajanya mengalami perubahan psikis yang perlu diarahkan dan dibimbing. Agar hal tersebut bisa diwujudkan, orang tua yang memiliki anak remaja harus mampu berperan tidak hanya sebagai orang tua, tapi juga berperan sebagai sahabat yang bisa dijadikan tempat berbagi/curhat.

2. Bagi remaja itu sendiri, harus menyadari bahwa perubahan itu wajar dialami dan mempersiapkan diri untuk mengahadapi dengan memahami ilmu tentang psikologis remaja, mendalami agama melalui membaca, berdiskusi, mendengarkan tausyiah/ nasehat agama pada forum majelis taklim, sehingga gejolak-gejolak yang dirasakan mampu dirobah menjadi energi  positif, sehingga masa remajanya diukir dengan prestasi yang membanggakan dan membahagiakan.

Betapa indahnya kehidupan yang akan dilalui setelah remaja, jika semua proses dilewati dengan maksimal dijalur positif yang membuahkan kebaikan. Mereka akan terhindar dari narkoba, pergaulan bebas, tertular penyakit kelamin, frustasi, depresi, gangguan konsep dan lain sebagainya. Mereka dengan mantap akan melangkah menuju masa depan yang lebih cemerlang dengan penuh percaya diri, karena mereka bangga bahwa mereka adalah remaja putri yang suci, tidak disentuh oleh laki-laki yang tidak halal baginya, sehingga dapat dihandalkan melahirkan generasi muda dibawah didikan calon ibu yang baik. Begitu juga remaja putranya tumbuh menjadi laki-laki yang penuh tanggung jawab, menjaga kehormatan wanita dan juga dirinya, dan semua ini tentu akan berdampak kepada kehidupan yang lebih bermakna di dunia sebagai tempat mengumpulkan bekal yang baik menuju kampung yang abadi(akhirat).