Walikota: Kita Harus Banyak Belajar dengan Jepang

IMPIAN. COM. (Padang), 

Walikota Padang H. Mahyeldi D Marajo menyebut, agar suatu daerah dapat berkembang pesat, mesti banyak menimba ilmu kepada daerah atau negara lain yang telah lebih dulu maju. Salah satu negara yang bisa dijadikan kiblat yakni Jepang. Negara yang pernah menjajah Indonesia itu kini telah meninggalkan negara-negara pesaingnya.

“Kita perlu belajar banyak dengan Jepang,” sebut walikota saat meresmikan proyek pengadaan laboratorium bahasa dan studio sulih suara bantuan Pemerintah Jepang untuk Universitas Bung Hatta (UBH), Rabu (28/9).

Di sampaikan Walikota, meski negara Jepang dan Indonesia sama-sama bangkit di tahun yang sama, akan tetapi Jepang telah jauh meninggalkan Indonesia. Jepang lebih berhasil dalam segala hal. Mulai dari perkembangan teknologi, pembangunan, SDM dan lainnya.

Walikota menyebut, hubungan emosional antara Jepang dan Sumatera Barat, khususnya Kota Padang sebenarnya telah lama terjalin. Sinergi tersebut bukan saja dilakukan baru-baru ini. Namun telah jauh-jauh hari.

“Dan kami pun bangga dengan peninggalan-peninggalan yang pernah Jepang tinggalkan di Indonesia, salah satunya bangunan yang dibuat Jepang dan hingga kini masih tahan,” sebut Mahyeldi di depan Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang untuk Medan, Hirofumi Morikawa, Rektor UBH Niki Lukviarman, serta seluruh mahasiswa Sastra Jepang di Kampus Proklamator II UBH di Aia Pacah.

Terkait bantuan laboratorium bahasa dan studio sulih suara dari Pemerintah Jepang kepada Universitas Bung Hatta, Walikota Padang menekankan bahwa dengan adanya bantuan tersebut akan mendukung proses belajar di UBH. Lewat laboratorium tersebut akan menghadirkan mahasiswa yang berkarakter lebih.

“Kerjasama ini kita harapkan juga akan menguatkan hubungan antar kedua pemerintah,” harap Mahyeldi.

Sementara, Konjen Jepang Hirofumi Morikawa mengatakan bahwa dirinya merasa senang bisa berada di Padang. Kedatangannya untuk kedua kalinya ke Kota Padang cukup berkesan. Apalagi saat ini minat warga Sumatera Barat untuk belajar bahasa Jepang cukup tinggi.

“Berdasarkan survey pada 2012 lalu, sebanyak 52 ribu siswa SMA/SMK di Sumatera Barat berminat belajar bahasa Jepang,” tuturnya.

Hirofumi Morikawa berharap dengan bantuan laboratorium yang diberikan akan membantu mencukupi kebutuhan belajar bahasa Jepang di UBH dan Sumatera Barat, khususnya. Menurutnya, untuk mencukupi kebutuhan itu, sejumlah fasilitasi di laboratorium tersebut telah disediakan dengan baik. “Total bantuan ini sebesar Rp 630 juta,” terangnya.

Rektor UBH Niki Lukviarman menyebut bahwa pihaknya berterimakasih atas proyek pengadaan laboratorium yang diberikan oleh Pemerintah Jepang. Menurutnya, bantuan ini dengan sendirinya telah mensupport pendidikan bahasa Jepang di UBH. “Kita akan memanfaatkan laboratorium ini dengan baik,” ucapnya.(tf/ch)
[blogger]

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.